Selamat datang di Semirah Home, Dago Village

Istimewa

Tag

, , ,

13473116_1751544008424277_633763960_n

Selamat datang.

Kami sangat bahagia saat villa kami ini dapat dinikmati oleh banyak orang, seperti kami menikmatinya.

..Saat villa ini mampu membuat decak syukur, seperti ribuan decak syukur yang telah kami ucapkan di sini.

..Saat namaNya diucapkan dengan penuh kebahagiaan, seperti besarnya hati kami setiap kali kami menyebut namaNya di rumah ini.

..Saat rumah ini mampu mendekatkan lebih banyak makhluk pada penciptanya

..Saat villa ini mampu membawa lebih banyak cinta yang penuh keberkahanNya

..Saat villa ini menurunkan lebih banyak karunia Sang Maha Pengasih dan Maha Penyayang bagi semestaNya.

Semoga manual di bawah ini dapat membantu teman-teman menikmati villa ini. Apabila ada pertanyaan, silakan tinggalkan komentar ya.

 

Susun daftar doa dengan cakupan seluruh aspek hidup yuk

Tag

, , , , , , , , , , , , , , ,

wheel-of-life.jpg

Hari ini adalah Hari Arafah. Hari baik untuk berdoa. Jangan sampai lalui hari ini tanpa doa. Nah, kalau mau menyusun daftar doa yang benar-benar mencakup seluruh aspek hidup, begini caranya.

Ada 8 aspek hidup yang saya biasa gunakan untuk memetakan kehidupan, yaitu: spiritual, emosional, fisikal, intelektual, finansial, karir, keluarga, sosial. Buatlah lingkaran seperti di atas, dan tulislah delapan aspek tersebut seperti gambar di atas.

Nah, mulailah evaluasi diri di tiap aspek hidp tersebut. Beri nilai dari 1-10 berapa ponten kita untuk tiap aspek dan beri titik sesuai ponten di semua bagian tersebut. Lalu tentukan, apa yang masih harus kita lakukan. Apa yang harus kita mintakan kepadaNya? Apa yang kita inginkan dalam aspek-aspek tersebut?

Spiritual:

Sudah sedekat apa kita denganNya. Apa saja yang masih perlu kita lakukan untuk mendekat lagi kepadaNya, menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya?

Mintalah selalu jalan lurusNya menuju surgaNya dalam aspek ini. Mintalah kebaikan akhirat, dan ridloNya dalam segala hal.

Emosional:

Seberapa jauh kita sudah mengasah kecerdasan emosi kita? Apa lagi yang kita butuhkan untuk bisa lebih cerdas emosi?

Fisikal:

Bagaimanakah kesehatan kita lahir batin? Bagaimana hasil lab kita? Seberapa banyak keluhan yang masih hinggap di tubuh? Bagaimanakah agar kita dapat lebih mampu membaca sinyal dan kode-kode tubuh serta memenuhi hak-hak tubuh?

Apa yang kita butuhkan untuk benar-benar sehat lahir batin? Jiwa raga? Body mind soul? Mintalah agar kita selalu ikhlas, menikmati segala keptusanNya, bahagia penuh syukur dan jiwa selalu tenang, mutmainah.

Intelektual

Apa yang ingin kita capai dalam hal intelektual? Apakah ada kursus atau pendidikan yang ingin kita ambil?

Apa saja yang kita butuhkan agar kita dapat lebih banyak belajar dan berbagi pengajaran? Menulis lebih banyak artikel? Menerbitkan buku?

Apa yang dapat kita butuhkan agar kita dapat lebih banyak memahami Allah melalui berbagai ilmu yang ada?

Apa jalan surga yang bisa diraih dengan semua ilmu yang telah dikaruniakanNya?

Finansial

Apa saja kebutuhan kita secara finansial? Bagaimanakah pengelolaan uang kita? Apa lagi yang kita butuhkan agar kita cerdas secara finansial? Agar kita bisa mempertanggung jawabkan setiap sen yang telah Allah berikan kepada kita?

Bagaimana pula agar kita bisa selalu mensyukuri apapun yang telah diberikanNya, merasa cukup apa adanya dan mengelola apa yang ada untuk merintis jalan surgaNya?

Karir dan Profesi

Bagaimanakah pencapaian kita dalam karir serta profesi dalam jalanNya? Apakah karir dan profesi kita sudah benar-benar mendekatkan diri kita padaNya? pada manusia yang Allah inginkan saat Ia ciptakan kita di muka bumi?

Apa lagi yang kita butuhkan agar kita lebih dekat pada jenjang karir dan profesi yang mendekatkan diri kita pada tugas kita untukNya? Misi hidup kita? Ibadah kita?

Keluarga

Bagaimanakah kita dan keluarga kita sebagai makhluk-makhlukNya dalam menjalankan ibadah sebagai sebuah keluarga? Sejauh apa kita telah jalankan amanahNya sebagai ayah, bunda, anak?

Apa lagi yang dapat kita lakukan agar kita dapat lebih baik lagi menjauhkan keluarga dari api neraka?

Apa lagi yang perlu kita minta padaNya agar kita dapat menjadi keluarga sakinah mawahdah warahmah dalam menjalankan ibadah di jalanNya?

Sosial

Bagaimanakah kita untuk masyarakat? Untuk teman-teman di luar sana? Lingkungan? Tetangga? Publik? Dhuafa? Alam semesta?

Sudahkah kita manfatkan semua ilmu, harta, jabatan, untuk membawa manfaat sosial seluas-luasnya bagi sebanyak-banyaknya makhlukNya?

Apa yang perlu kita minta dariNya agar kita bisa menjadi manusia yang lebih bermanfaat lagi, membawa berkah bagi lingkungan, keluarga, dan alam semesta?

Dan bagaimana agar semua itupun mendapat ridloNya, membangun jalan menuju surgaNya?

🔹🔹🔹

Nah, tuliskan semua jawaban tersebut dalam lingkaran di atas sesuai dengan bagian-bagiannya. Dan lengkapi lagi, sebelum dituangkan dalam buku doa yang bisa kita baca selama Hari Arafah dan seterusnya sepanjang hari.

Selamat Hari Arafah. Selamat memanjatkan doa kepada Sang Khalik. Semoga Allah mengabulkan semua doa yang terucap di hari ini. Aamiin.

 

Image: startofhappiness.com

 

Pemimpin itu butuh hormon pemimpin, bukan hanya butuh skill

Tag

, , , , , , , , , , , , , , , , ,

listening skill.png

Untuk menjadi seorang pemimpin yang baik, butuh hormon yang tepat, bukan hanya skill yang terasah baik. Memang benar.

Seperti yang pernah kita bahas sebelumnya di blog post mengenai leadership ini, mereka yang memiliki keseimbangan testosteron tinggi dan kortisol rendah ternyata berdasarkan riset, lebih sukses sebagai pemimpin, laki atau perempuan. Coba lihat perempuan-perempuan pemimpin, mereka tampak lebih tomboy dan jarang yang girly. Memang testosteron mereka lebih tinggi kadarnya daripada perempuan lain. Laki-laki pemimpin yang sukses juga umumnya identik dengan tampilan yang kokoh. Efek sampingnya mereka punya masalah tahta wanita dan harta. Semua itu identik dengan kadar testosteron.

Apa saja ciri-ciri kombinasi testosteron tinggi dan kortisol rendah yang penting bagi pemimpin?

1. Pemimpin yang tenang dan tidak mudah meledak

Testosteron berbanding terbalik dengan kortisol, hormon stress. Testosteron juga menetralisir keresahan, gangguan konsentrasi dan ketakutan yang selalu ada dalam kondisi stress. Jadi kalau mau jadi pemimpin yang baik, bukan hanya kita harus belajar skill nya, tapi juga kita harus banyak belajar mengelola stress. Mereka yang tak mampu mengelola stress kehilangan kemampuan mengendalikan situasi, dan dengan cepat dipengaruhi refleksi fight, flight, freeze.

Hal-hal kecil bisa membuatnya marah dan meledak, diam tak berkutik, tak mampu membuat keputusan atau lari meninggalkan tugas, sehingga team nya kebingungan.

2. Berenergi tidak loyo

Testosteron yang tinggi dan kortisol yang rendah memberikan energi. Seorang pemimpin yang terlihat loyo dan lemah, cepat capai, harus hati-hati, karena itu tanda-tanda testosteron menurun dan kortisol meningkat.

3. Dominan tapi tidak agresif

Testosteron yang tinggi identik dengan sifat dominan. Mereka yang tak nyaman dengan sikap dominan biasanya tak nyaman pula menjadi pemimpin yang harus selalu dalam jangka waktu cepat memberikan inisiatif, memunculkan ide, menyelamatkan keadaan dan mengatasi krisis.

Riset menunjukkan testosteron tinggi di kalangan ekonomi menengah ke bawah identik dengan agresi, mereka senang berkelahi dan banyak terlibat dalam kasus kriminal. Tanpa kemampuan mengendalikan stress dan batasan nilai-nilai, hal ini bahaya sekali.

4. Kompetitif tapi tidak stress dalam tekanan

Testosteron yang tinggi juga identik dengan kesenangan berkompetisi. Kortisol yang rendah membantu mereka untuk tidak stress dalam kondisi sekompetitif apapun, bahkan menikmati keadaan. Mereka yang testosteron nya tinggi dan kortisol juga tinggi akan merasa tak nyaman berkompetisi atau menjadi sangat stressful dalam kondisi kompetisi ketat. Mereka pun tak akan mampu membawa perusahaan nya atau team nya menjadi pemenang pasar. Dalam situasi non komersial, di mana banyak tekanan dan tuntutan, mereka akan kesulitan membangun reputasi team atau perusahaan dalam mencapai tujuannya, apapun tujuan itu.

5. Senang mengejar posisi, ambisius dan optimis

Testosteron membuat seseorang sensitif terhadap posisi vertikal. Mereka ingin mengejar posisi di atas. Mereka juga punya keyakinan akan kemampuan mereka dalam mencapai apa yang mereka inginkan.

Mereka yang tak memiliki testosteron tinggi tak terlalu semangat untuk mengejar status sosial atau jabatan.

Nah, untuk bisa membantu menyeimbangkan testosteron dan kortisol, untuk menjadi pemimin yang baik, penting sekali bagi para pemimpin untuk selalu menyempatkan untuk beristirahat, relax, dan menyepi. Sempatkanlah untuk menyatu dengan alam, menikmati kota Bandung dari atas sangat membantu meredakan emosi jiwa dan membuang stress.

Yuk, ke Semirah Home yuk.

Bagaimana dengan anda?

Ditayangkan juga di: Leadership itu tidak hanya skill tapi hormonal

 

Sumber:

Aggression in Men: Hormone Levels Are a Key

Does Testosterone Really Just Make Men Aggressive?

Hormones: The Hidden Leadership Tool You Are Overlooking

Doa untuk semua manusia dari villa kecil mungil di atas Bandung

Tag

, , , , , , , , , , , , , , ,


Sahabat,

Aku membuat wall paper handphone ini agar kita semua bisa mendoakan seluruh umat manusia agar semua bisa sejahtera, bahagia, bebas dari sakit, hutang, jeratan beban dan kemiskinan.

Beban dan masalah sesungguhnya ada di dalam hati. Kaya, sejahtera, bahagia yang sesungguhnya pun hanya bisa datang dari hati.

Semua tergantung cara kita memandang, bukan jumlah harta, bukan hasil lab, atau bukan angka apapun yang ada.

Yuk, kita doakan agar semua sahabat, saudara dan semua manusia bisa benar-benar menikmati kaya, sejahtera, bahagia  lahir batin, dunia akhirat.

Silakan save image di atas sebagai wall paper di handphone kita ya.

Aku pun sudah.

Begini jadinya:


Insya Allah bisa mengingatkanku selalu, dan mengingatkan teman-teman semua, untuk berdoa bersama untuk kebahagiaan sesama.

Aamiin.

Indahnya pagi di tahun baru dari atas Bandung 

Tag

, , , , , , , , ,

img_4894-1

Pagi ini matahari membuka pagi di Bandung dengan sangat indah. Kupandangi kota yang gemerlap berkilauan dengan lampu-lampunya di sana sini. Indah sekali. Dari gelap, tiba-tiba menyeruak cahaya sang surya. Dan pelan-pelan satu persatu lampu dimatikan, menyambut terang yang datang menyapa.

Tak henti-hentinya mata memandang. Sambil berucap, “Aku bersyukur, dan berjanji menjalankan hari dengan bahagia.”

Sambil menikmati kicauan burung, hembusan angin, lambaian daun, segarnya embun. Semua menyapa Dengan sangat bahagia. Dan aku sangat bahagia.

Di tengah alunan “Sabda Alam” karya alm Chrisye, aku pun teringat sebuah pagi di Nagasaki. Saat aku dibawa rombongan pemerintah daerah setempat menikmati sebuah rumah dengan pemandangan indah memandang pelabuhan Nagasaki.

Aku pun berucap, “Ya Allah, indah sekali pemandangan dari atas bukit ini. Aku ingin sekali punya rumah di atas bukit agar aku bisa memandang ke bawah. Aku tak tahu, ya Allah. Tapi Engkau tahu. Aku tak mampu melihat jalannya saat ini, tapi Kau mampu. BagiMu tak ada yang tak mungkin. Aku serahkan semua padaMu, ya Allah. Kalau Engkau ridlo, izinkanlah aku memiliki rumah dengan pemandangan indah seperti ini.” Dan Aku pun melangkah kembali. Kulempar dan kulupakan doaku. Aku ikhlas, dan kunikmati langkahku, karena aku tahu apapun yang diberikanNya, apakah sesuai dengan doaku atau tidak, adalah yang terbaik.

And here I am…

Kutemukan diriku memandangi kota Bandung di bawahku setahun kemudian. Persis seperti kupandangi Nagasaki di pagi itu. Indah. Tenang. Damai. Penuh syukur, penuh rasa terima kasih tak terhingga.

Rumah ini kecil mungil, jauh, jauh lebih kecil dari rumah di Nagasaki itu. Tapi aku memang tak meminta rumah besar. Aku hanya minta rumah dengan pemandangan indah ke bawah. Dan itulah yang diberikanNya. Maha Besar Engkau, ya Allah.

Aku tak tahu apa yang membuatku layak menerima hadiahNya, dan aku tak perlu tahu. Aku hanya perlu percaya, bahwa Ia Maha Mendengar, Maha Mencukupi, Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

Alhamdulillah. Terima kasih ya Allah. Aku cukup, Aku bahagia Dengan semua yang Kau berikan. Alhamdulillah.

Sumber: Apapun harapanmu, impian dan cita-citamu, percayakan pada Sang Pencipta.

Sarapan ke manakah?

Tag

, , , , , , , ,


Selama tinggal di Semirah Home, ini kebiasaan sarapan tamu dan keluarga saya:

💐 Saya sendiri selalu sarapan jus buah di pagi hari. Saya siapkan blender kecil di sana karena tadinya hanya untuk saya sendiri. Silakan dipakai kalau mau ya. Saya tidak bawa yang besar karena takut makan tempat.

💐 Keluarga saya suka beli bubur di bawah dekat Pesantren Babussalam. Buburnya tidak dicampur dengan ayam, kaldunya atau bawang jadi kadang saya pun ikut makan meskipun hanya bubur dan seledri. Hehe.

💐 Warung Langit buka pagi-pagi. Jadi kalau beberapa kali kami minta diantarkan makanan. Telepon dari malam sebelumnya supaya bisa cepat diantar pagi-pagi. Telp: 0878 23627857

Favorit saya adalah air rosemary nipis madu hangat.


💐 Subuh-subuh pergilah ke Tebing Keraton. Silakan tanya jalannya ke Pak Satpam. Pemandangan sangat indah di sana. Dari sana turun ke jalur gowes banyak warung-warung sepanjang jalan. Ada rumah yang dijadikan tempat makan pancake oleh mahasiswa-mahasiswa Unpar, ada pula Warung Gowes yang jadi favorit anak saya. 


Di sana ada bubur ayam, cakwe, bandrek, bajugur. Sayang bubur ayam nya sudah dicampur kaldu sehingga saya tak bisa nikmati. 

Selamat sarapan.

Special offer 10-25% diskon 

Tag

, , , , , , , ,


Hore.. ada penawaran khusus nih.

Untuk semua tamu yang datang kembali, kami menawarkan 10% discount.

Untuk semua tamu yang memberikan kami review dengan 5 bintang, kami menawarkan 15% discount.

Untuk semua tamu yang berbagi kebahagiaannya selama tinggal di Semirah Home melalui media sosial, kami memberikan tambahan lagi diskon 5% setelah diskon-diskon di atas.

Dan kalau anda beruntung bisa check in pada Hari H (check in dan bisa langsung masuk hari itu juga), kami menawarkan 25% discount.

Jadi:

  • datang lagi yuk
  • berikan kami review 5 bintang ya
  • berbagilah kebahagiaan di Semirah Home melalui media sosial
  • rajin-rajin cek. Kalau pas kosong, langsung check in

Silakan langsung berkunjung dan instant booking di:

https://www.airbnb.com/rooms/15862726 

Menikmati hari di villa

13562157_1791100887780271_764412703_n

Pagi-pagi, setelah bangun dan shalat tahajud serta subuh di teras (apabila tidak hujan), kami senang sekali sarapan di sini. Ada tikar bambu dan karpet merah dan ungu yang bisa digelar dan dipakai di sini.

Nikmatilah pemandangan dari teras ini, karena teras inilah yang membuat saya jatuh cinta untuk pertama kalinya dengan villa cantik ini.

photo_2016-11-19_07-44-59

Makan siang selalu kami lakukan di sini, karena di teras terlalu panas. Nikmatilah pemandangan sambil makan siang bersama keluarga dan teman. Kalau pemandangan belakang dirasa mengganggu, tutup saja blind yang ada di belakang meja.

photo_2016-11-19_08-03-13.jpg

Kamar mandi ada satu. Air panas: putar ke sebelah kanan, bukan kiri ya.

Kalau sampai ada masalah dengan air, sampaikan pada satpam untuk segera memperbaikinya.

13534418_495256980599668_898579184_n.jpg

Begitu sore datang menjelang, kami sering kembali berkumpul di teras, beribadah bersama di sana. Saat mulai dingin, kami masuk lagi ke dalam. Makan malam pun sering kami lakukan di dalam.

Sampai shalat tahajud pun sering kami lakukan di teras. Nikmat sekali tahajud langsung di bawah bintang.

 

 

 

Tempat untuk tidur dan arah kiblat

Tag

, , , , , , , ,

photo_2016-11-19_07-32-57.jpgKamar utama di dekat dapur dengan tempat tidur King. Ada lemari untuk menyimpan baju.

photo_2016-11-19_07-31-55

Kamar kedua dengan tempat tidur single. Ada pula lemari untuk menyimpan baju dan barang.

Pintu agak sulit ditutup, maka angka engsel sedikit untuk membuka atau mengunci pintu. Lalu geser pintu.

Lampu teras tengah ada di kamar kecil ini. Jangan lupa dimatikan setelah matahari terang ya.

photo_2016-11-19_07-54-38.jpg

Saya sendiri paling senang tidur di sini. Saat ada Hana kami sering juga tidur berdua di sini. Bertiga tidak mungkin tapi berdua bersama suami pun di sini bisa.

Sebelum tidur saat semua gelap, saya pandangi lampu-lampu kota Bandung dan saya berucap syukur, “Saya bersyukur, ya Allah, dan saya berjanji untuk menutup hari ini dengan bahagia.”

Saat bangun tidur pun saya mengucap hal yang sama sambil menatap lampu-lampu kota Bandung, “Saya bersyukur, ya Allah, dan saya berjanji untuk menjalani hari ini dengan bahagia.”

Ucapkan dengan keras, minimal diri sendiri mendengarnya, agar semua sel dalam tubuh kita ikut merasakan syukur dan janji kita.

Arah Kiblat

Di dalam rumah kami paling sering shalat di samping meja makan, di sisi jendela. Kiblat: menghadap ke arah TV, serong ke kanan sedikit saja. Kalau ada app kiblat akan lebih baik lagi.